Ada beberapa jenis anggrek spesies yang saya favoritkan karena keindahan dan keunikkannya.

Ketika pertama kali melihat anggrek ekor tikus (Paraphalaenopsis serpentilingua) ini berbunga, saya merasa takjub akan "kegarangannya". Kesan pertama itu muncul ketika melihat bentuk bibirnya (labellum) yang tumbuh memanjang dan bercabang menyerupai lidah ular. Namun itu semua tidak mengurangi keindahannya bahkan menjadi keunikan tersendiri, selain bentuk daunnya yang memang menyerupai ekor tikus itu.
Permukaan mahkota bunga dipenuhi bercak-bercak kecoklatan mirip kulit macan, mungkin itulah mengapa anggrek ini dijuluki anggrek macan.

Ketika pertama kali melihat anggrek ekor tikus (Paraphalaenopsis serpentilingua) ini berbunga, saya merasa takjub akan "kegarangannya". Kesan pertama itu muncul ketika melihat bentuk bibirnya (labellum) yang tumbuh memanjang dan bercabang menyerupai lidah ular. Namun itu semua tidak mengurangi keindahannya bahkan menjadi keunikan tersendiri, selain bentuk daunnya yang memang menyerupai ekor tikus itu.
Ada lagi anggrek spesies yang cukup menakjubkan, bisa jadi karena ukurannya atau karena warna bunganya. Adanya yang menyebutnya anggrek macan dan ada juga yang menyebutnya anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum).

Bayangkan ukuran tanamannya yang sangat besar, memang dapat dikatakan setinggi pohon tebu.
Anggrek kuping gajah (Bulbophyllum becarii) yang sedang berbunga. Pada saat itu jangan coba-coba berlama-lama didekatnya, bau busuk perlahan akan mulai tercium dari kuntum-kuntum bunga, maka jangan heran jika banyak lalat yang berkunjung.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar